Halaman I-SCAN milik IOSCO yang menghimpun peringatan regulator dari banyak negara tentang perusahaan tanpa izin

OJK punya rumus pendek untuk menilai tawaran investasi: 2L, legal dan logis. Legal artinya pihak yang menawarkan punya izin dari otoritas yang tepat. Logis artinya imbal hasil yang dijanjikan masuk akal. Tawaran "NFT staking" atau "robot trading NFT" yang ramai di grup Telegram jarang lolos salah satunya, dan biasanya gagal di keduanya.

Sejak 10 Januari 2025, pengaturan dan pengawasan perdagangan aset kripto di Indonesia berpindah dari Bappebti ke OJK lewat POJK Nomor 27 Tahun 2024. Untuk platform kripto dan aset keuangan digital, rujukan izinnya sekarang OJK.

Cara ceknya: tanyakan lewat Kontak OJK 157 atau WhatsApp 081-157-157-157 dengan menyebut nama platform dan alamat situsnya. Portal Waspada Investasi OJK juga memuat entitas yang sudah dihentikan Satgas PASTI, satgas pemberantasan aktivitas keuangan ilegal. Nama yang muncul di sana cukup jadi alasan berhenti.

Tidak ada di daftar hitam belum berarti aman. Satgas butuh waktu untuk menemukan dan memblokir, sementara pengelola bisa mengganti nama dan domain dalam semalam. Untuk platform yang mengaku berizin di luar negeri, basis data I-SCAN milik IOSCO bisa dipakai untuk mencari namanya di antara peringatan regulator dari banyak negara; halaman itu sendiri menyebut daftarnya tidak lengkap.

Lihat juga nama penerima di layar transfer. Platform berizin menerima dana di rekening atas nama perusahaannya sendiri. Rekening pribadi, toko yang tidak ada hubungannya, atau alamat USDT yang dikirim lewat chat adalah rekening penampung.

Logis: hitung janji imbal hasilnya

1% per hari, kalau dibungakan terus, jadi sekitar 37 kali lipat dalam setahun. 10% per bulan jadi sekitar 3,1 kali. Pengelola yang benar-benar punya mesin seperti itu tidak perlu mengumpulkan uang orang di grup; cukup memutar uangnya sendiri. CFTC, regulator derivatif Amerika Serikat, memperingatkan bahwa klaim robot AI dengan untung terjamin 10% sebulan atau "tingkat menang 100%" adalah ciri penipuan.

Perhatikan juga dari mana untung itu katanya datang. Kalau bonus terbesar justru dari mengajak anggota baru, uang anggota baru itulah yang membayar untung anggota lama. Indonesia sudah beberapa kali melihat skema robot trading berakhir seperti ini.

Bahasa promosi dan artinya

Yang mereka katakanArtinya
Robot trading NFT, full otomatisAnda tidak bisa melihat transaksinya, apalagi memastikan transaksinya ada
Profit harian pasti dari staking NFTKeuntungan dibayar dari setoran anggota baru
Sudah punya akta PT, jadi legalPerusahaannya ada, tetapi izin menghimpun dana dan menawarkan investasi urusannya OJK
Komunitas tertutup, hanya lewat undanganSupaya sulit dilaporkan dan dicek orang luar
Bayar pajak dulu sebelum penarikanPajak sungguhan dipotong dari hasil, bukan ditagih terpisah
Saldo dibekukan, bayar biaya aktivasiSetelah biaya ini akan ada biaya berikutnya

Satu kalimat bisa saja kebetulan. Kalau tiga muncul dalam satu percakapan, itu sudah bukan kebetulan.

Penarikan pertama yang lancar

Tarik Rp200 ribu, besoknya masuk ke rekening. Rasanya seperti bukti, dan memang itu gunanya: penarikan kecil yang lancar membuat Anda menambah setoran dan mengajak saudara. Masalah baru muncul ketika saldo sudah besar, dalam bentuk biaya pencairan, pajak di muka, atau upgrade akun.

Platform yang sah memotong biaya dari saldo, tidak meminta transfer baru untuk mencairkan dana lama. Begitu diminta membayar dulu, anggap dana di dalam sudah hilang dan jangan menambah sepeser pun.

Kalau yang mengajak orang dekat

Ajakan sering datang dari orang yang dipercaya: sepupu, teman kantor, tetangga. Orang itu biasanya bukan penipunya. Ia masuk lebih dulu, sudah menarik dana kecil, dan kini dapat bonus untuk setiap anggota baru. Berdebat jarang berhasil, karena ia akan membela platformnya.

Lebih efektif meminta hal yang bisa dicek: nama badan hukum platform, bukti izinnya dari OJK, dan nama pemilik rekening penerima. Tawaran ini juga sering membuka mata: "Tunggu 30 hari, lalu coba tarik seluruh saldo, bukan sebagian." Kalau orang itu sudah diminta membayar biaya pencairan, dialah yang perlu berhenti membayar, dan tulisan ini berlaku juga untuknya.

Kalau dana sudah terkirim

Hentikan semua pembayaran tambahan. Kumpulkan bukti: alamat situs, tangkapan layar, riwayat obrolan, bukti transfer, dan hash transaksi jika mengirim kripto. Bila dana dikirim lewat transfer bank, hubungi bank Anda secepatnya. Laporkan ke OJK melalui 157 dan ke polisi.

Setelah melapor, akan ada yang menawarkan jasa memulihkan dana dengan bayaran di muka. Itu penipuan lapis kedua; polanya dibahas di artikel penarikan ETH.

Pertanyaan yang sering muncul

Platform tidak ada di daftar Satgas PASTI. Berarti aman?

Belum tentu. Daftar itu hanya memuat entitas yang sudah ditemukan dan dihentikan, sementara pengelola bisa berganti nama dan domain dengan cepat. Cek izinnya ke OJK lewat 157 atau WhatsApp 081-157-157-157, lalu uji juga sisi logisnya: janji imbal hasil dan rekening penerima.

Siapa yang mengawasi platform kripto di Indonesia sekarang?

OJK. Sejak 10 Januari 2025, pengaturan dan pengawasan perdagangan aset kripto berpindah dari Bappebti ke OJK berdasarkan POJK Nomor 27 Tahun 2024. Karena itu, rujukan izin untuk platform kripto dan aset keuangan digital sekarang ada di OJK.

Saya diminta membayar pajak dulu sebelum dana bisa ditarik. Harus bayar?

Jangan. Platform yang sah memotong biaya dari saldo, tidak meminta transfer baru untuk mencairkan dana. Setiap pembayaran akan diikuti syarat baru. Hentikan pembayaran, simpan bukti, hubungi bank bila lewat transfer, lalu lapor ke OJK dan polisi.

Sumber resmi

Terkait

Diperbarui: 2026-09-14. Konten ini untuk edukasi, bukan nasihat investasi, hukum, atau keuangan, dan tidak menilai platform tertentu.