Intinya dulu: NFT belum "mati", tapi narasi cepat kaya lewat NFT memang sudah benar-benar meredup. Ia sedang bergeser dari hype ke sebagian kegunaan nyata, layak atau nggaknya buat kamu tergantung apa yang kamu cari dari situ, bukan apakah ia masih bisa bikin kamu untung.
Kesimpulan duluan: bukan mati, tapi "kisah cepat kaya"-nya yang sudah tamat
Setiap beberapa waktu selalu ada yang nanya "NFT itu udah mati ya?", dan orang yang nanya biasanya udah punya jawaban sendiri di kepalanya. Kemungkinan besar mereka baru dengar cerita koleksi PFP temannya jatuh dari puluhan juta jadi hampir nol, atau koleksi yang dulu mereka beli sekarang di-listing pun nggak ada yang nawar. Perasaan ini nyata, tapi yang sebenarnya terjadi cukup spesifik: narasi "asal beli terus disimpen bakal naik berkali-kali lipat" itu yang sudah nggak masuk akal lagi dipercaya.
Ini beda cerita sama "teknologi NFT-nya mati" atau "udah nggak ada yang pakai NFT lagi". Pasar yang surut dan sebuah teknologi atau kegunaan yang benar-benar hilang itu dua hal yang nggak pernah sama. Dalam sejarah pasar saham, setiap kali gelembung pecah, harga aset anjlok, tapi industrinya sendiri biasanya nggak hilang, cuma berubah dari "siapa aja bisa untung dari ini" jadi "yang benar-benar berguna aja yang bertahan". NFT sekarang kira-kira ada di fase ini: bagian yang spekulatif dan cuma mengandalkan cerita udah tersapu bersih, yang tersisa adalah pasar kecil yang nyata, dipakai sebagian orang dan masih dipantau sebagian yang lain.
Jadi jawaban yang lebih akurat buat pertanyaan "apakah NFT sudah mati" itu harus dipecah jadi dua lapis: sebagai alat hype, ia memang sudah mati; sebagai bentuk teknologi aset digital, ia nggak hilang, cuma mengecil dan jadi lebih pragmatis. Di bagian-bagian berikutnya, kita bedah dua lapisan ini satu per satu.
Kira-kira gimana kondisi pasar NFT sekarang
Nggak berlebihan kalau dibilang, hype transaksi secara keseluruhan udah turun jauh dibanding puncak paling gila di 2021-2022. Waktu itu hampir tiap minggu ada berita koleksi baru "ludes dalam hitungan detik", harga dasar naik berkali-kali lipat dalam sehari. Sekarang pemandangan kayak gitu udah nggak ada lagi. Yang menggantikannya adalah keseharian yang lebih tenang, malah cenderung sepi: sebagian besar proyek transaksinya jarang, banyak koleksi yang dulu ngehits sekarang harga dasarnya lesu berkepanjangan, bahkan nggak sedikit proyek yang udah nggak ada yang listing atau dibahas sama sekali.
Pasarnya juga jelas terpolarisasi. Segelintir proyek yang punya komunitas asli, kegunaan nyata, atau didukung brand tertentu masih bisa mempertahankan transaksi dan perhatian; sedangkan mayoritas proyek yang dulu ikut-ikutan launching, entah itu koleksi PFP doang atau proyek abal-abal numpang tren, sebagian besar sekarang cuma tinggal nama, harganya mendekati nol, dan nggak ada likuiditas di pasar sekunder.
Dengan kata lain, pasar NFT sekarang bukan "taman bermain cepat kaya semalam", tapi juga bukan "kuburan total". Ini pasar biasa aja, volumenya jauh lebih kecil dari masa puncak, pelakunya lebih rasional, dan jarak kualitas antar-proyek jadi jauh lebih lebar. Kondisi ini sebenarnya mirip banyak industri lain yang pernah kena gelembung: setelah uang panas surut, yang tersisa adalah bagian yang lebih kecil tapi lebih nyata.
Apa saja yang benar-benar sudah meredup
Kalau mau spesifik soal "apa aja yang benar-benar udah meredup", bisa dibagi jadi beberapa kategori, tapi semuanya punya benang merah yang sama, bagian yang cuma mengandalkan cerita dan emosi, tanpa kegunaan nyata di baliknya.
Koleksi PFP murni buat spekulasi. Ini proyek yang isinya cuma gambar profil dan "ranking kelangkaan", nggak ada yang lain. Dulu harganya ditopang omongan kayak "konsensus komunitas" atau "simbol budaya", tapi begitu pemain baru berhenti masuk, proyek yang nggak punya kegunaan nyata gini praktis kehilangan likuiditas, harga dasarnya nyangkut di level rendah dalam waktu lama.
Proyek angin-anginan (air project). Maksudnya proyek yang dari awal emang nggak niat bikin produk nyata, cuma modal whitepaper yang muluk-muluk dan numpang kata kunci lagi tren (metaverse, AI, gamifikasi) buat ngumpulin duit. Jenis proyek ini begitu hype surut, biasanya tim bubar, komunitas bubar, token atau NFT-nya jatuh ke nol, ini kategori yang paling total meredupnya.
Narasi "baru masuk langsung untung berkali-kali lipat". Fenomena yang dulu memang nyata terjadi, mint murah di awal, lalu begitu launching harga dasarnya naik berkali-kali bahkan puluhan kali lipat, narasi ini sendiri sekarang udah nggak berlaku lagi. Proyek baru yang launching sekarang lebih besar kemungkinannya harganya malah jatuh di bawah harga mint, bukan naik stabil. Ekspektasi ini perlu benar-benar disesuaikan ulang.
Proyek yang dijual pakai nama selebritas. Proyek yang dijual dengan dukungan selebritas atau influencer, popularitasnya sangat bergantung pada traffic orang itu. Begitu topiknya lewat, harganya biasanya ikut ambruk, dan banyak proyek jenis ini akhirnya malah terseret masalah hukum. Proyek kayak gini pada dasarnya digerakkan marketing, bukan produk, jadi paling cepat juga meredupnya.
Apa saja yang masih hidup dan punya kegunaan nyata
Di sisi lain, ada juga kegunaan yang nggak ikut hilang waktu hype surut, malah pelan-pelan makin mapan. Kesamaannya: di skenario-skenario ini, NFT menyelesaikan masalah yang konkret, bukan cuma diharapkan "harganya naik".
| Kegunaan | Masalah apa yang diselesaikan | Bedanya sama spekulasi murni |
|---|---|---|
| Tiket acara / kartu member | Anti-pemalsuan, bisa diverifikasi, riwayat perpindahan bisa dilacak di on-chain | Nilainya datang dari bisa nggaknya masuk acara atau menikmati hak tertentu, bukan dari "ada yang mau nampung" |
| Aset item game | Bikin pemain benar-benar memiliki item, bisa dipakai atau ditransaksikan lintas game | Nilainya terkait sama seru nggaknya game itu sendiri dan berguna nggaknya item tersebut |
| Identitas / domain on-chain | Mengubah deretan alamat wallet jadi identitas yang bisa dibaca dan dikenali | Nilainya datang dari kegunaan dan nama yang langka, nggak bergantung spekulasi pasar sekunder |
| Koleksi seni | Seniman merilis langsung ke kolektor, memverifikasi keunikan karya | Pada dasarnya konsumsi koleksi, yang beli mengincar karyanya sendiri, bukan ekspektasi harga naik |
| Poin loyalitas brand | Dipakai brand buat mencatat level member dan memberi hak khusus | Nggak bisa diperjualbelikan bebas dan nggak mengejar kenaikan harga, murni cuma alat |
Lihat tabel ini dan kamu bakal nemu pola yang sama: kegunaan yang bertahan itu standar penilaian nilainya udah berubah, bukan lagi "ini bisa naik berapa persen", tapi "barang ini enak dipakai nggak, bisa nggak nepatin hak yang dijanjikan". Ini juga cara sederhana buat menilai apakah sebuah proyek punya "kegunaan nyata": coba hilangkan "ekspektasi harga naik"-nya, masih ada nilai yang tersisa nggak? Kalau jawabannya "nggak ada apa-apa lagi", kemungkinan besar itu masuk kategori yang dibahas di bagian sebelumnya. Kalau jawabannya "masih bisa buat masuk acara, masih bisa dipakai, masih bisa buktiin identitas", berarti setidaknya itu bukan spekulasi murni.
Layak atau nggaknya tergantung kamu tipe yang mana
Udah banyak dibahas soal kondisi pasar, sekarang balik ke pertanyaan yang paling praktis, kamu sendiri, sebenarnya layak nggak coba NFT? Pertanyaan ini nggak punya satu jawaban yang cocok buat semua orang, tapi kamu bisa cocokkan diri sendiri, lihat kamu lebih dekat ke kategori yang mana di bawah ini.
| Kamu tipe yang mana | Kemungkinan besar hasilnya | Saran |
|---|---|---|
| Spekulan yang cuma mau cepat kaya | Kemungkinan besar jadi pihak yang rugi, fase narasi ini udah lewat | Jangan disentuh. Masuk sekarang buat ngejar ekspektasi "naik berkali-kali lipat" itu risikonya nggak sebanding sama harapannya |
| Yang beneran suka sebuah karya dan mau mengoleksi | Anggap sebagai konsumsi, begitu dibeli ya sudah dimiliki, nggak berharap naik | Anggap ini konsumsi, bukan investasi. Sesuaikan sama kemampuan, jangan sampai melebihi anggaran yang kamu punya |
| Yang mau belajar Web3 dan transaksi on-chain | Mulai dengan nominal kecil, anggap sebagai kelas praktik buat paham wallet dan transaksi on-chain | Layak dicoba pakai "biaya belajar" kecil. Fokusnya belajar cara transaksinya, bukan judi harga |
Di sini nggak akan ada yang mutusin buat kamu, karena kamu sendiri yang paling tahu kamu masuk kategori mana. Kalau kamu coba jujur lihat lagi motivasi asli di dalam hati, apakah pengen "masuk buat cuan", "pengen memiliki karya ini", atau "pengen paham teknologinya", jawabannya biasanya udah cukup jelas. Jujur sama motivasi ini lebih berguna daripada baca artikel mana pun.
Kalau kamu memutuskan coba, gimana caranya menekan risiko seminim mungkin
Kalau kamu udah mikir jelas dan masuk kategori "mau koleksi" atau "mau belajar", lalu memutuskan coba dalam skala kecil, ini beberapa cara yang beneran bisa menekan risikonya.
- Cuma pakai uang yang siap hilang. Anggap dari awal uang ini bisa hilang total. Kalau anggapan ini bakal mengganggu hidupmu, berarti uang itu memang nggak seharusnya dipakai.
- Mulai dari nominal sekecil mungkin. Apa pun arah yang kamu yakini, coba dulu seluruh alurnya pakai nominal paling kecil, jangan langsung habiskan sebagian besar budgetmu.
- Paham dulu baru mulai. Ngerti cara pakai wallet, cara hitung biaya gas, dan hak apa persisnya yang diwakili NFT itu, jauh lebih penting daripada ngejar tren.
- Kenali pola-pola penipuan. Link phishing, customer service palsu, dan proyek tiruan adalah sumber kerugian paling umum di bidang ini, sering kali lebih langsung mengosongkan wallet-mu daripada penurunan harga.
- Jangan ngejar tren, jangan all-in. Justru waktu lihat kabar "bakal meledak sebentar lagi" itulah saat paling perlu tenang, emosi kayak gini seringnya sengaja diciptakan oleh pihak yang punya kepentingan.
Kalau kamu beneran mau terjun, sebaiknya baca dulu checklist sebelum masuk secara lengkap biar semua persiapan beres; sebaiknya juga baca dulu cara kenali penipuan yang umum, biar setidaknya kamu nggak keburu kena tipu sebelum sempat paham keadaan pasarnya.
Jangan percaya dua-duanya ekstrem ini
Sampai di sini, masih ada satu hal yang perlu diingatkan: diskusi soal NFT sering ditarik ke dua ekstrem, dan dua-duanya sama-sama nggak tepat.
Jawaban yang sebenarnya selalu ada di tengah: NFT bukan sinonim dari penipuan, tapi juga bukan alat yang pasti untung. Ini teknologi yang masih berkembang, punya kegunaan nyata sekaligus masih menyisakan banyak gelembung. Layak atau nggaknya buat kamu tergantung gimana cara kamu memakainya, bukan bisa nggaknya bikin kamu untung.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apakah NFT sudah mati?
Belum mati, tapi memang sudah meredup banget. Yang meredup terutama hype "asal beli pasti naik" dan narasi cepat kaya, bagian ini udah nggak masuk akal lagi buat dipercaya. Teknologinya sendiri, plus kegunaan nyata kayak tiket acara, item game, dan identitas on-chain, masih dipakai bahkan makin berkembang. Pasar yang surut dan teknologi yang hilang itu dua hal beda, jangan disamain.
Sekarang beli NFT masih bisa untung nggak?
Nggak ada yang bisa jamin. Sebagian besar proyek NFT harganya udah jatuh jauh dari puncaknya, banyak yang bahkan mendekati nol, dan yang masih bisa diperdagangkan atau punya kegunaan cuma segelintir. Situs ini nggak merekomendasikan proyek tertentu, juga nggak memprediksi harga ke depan. Kalau kamu memutuskan ikut, pakai cuma uang yang siap hilang total dan nggak mengganggu hidupmu, dan terima risiko bisa rugi total.
Kalau aku sama sekali nggak main NFT, perlu nggak tahu soal ini?
Kalau kamu tertarik sama konsep Web3, aset on-chain, atau kepemilikan digital, ada gunanya buat paham dasarnya, karena kegunaan kayak tiket, verifikasi identitas, dan aset game bakal makin umum, paham logika dasarnya bikin kamu lebih gampang ngerti produk baru nanti. Tapi kalau kamu cuma pernah denger istilahnya dan nggak tertarik sama sekali, nggak paham pun nggak akan ngaruh ke hidupmu. Nggak usah maksain belajar cuma karena takut ketinggalan.
Buat orang biasa, sekarang masuk NFT udah kelewat telat nggak?
Kalau yang kamu incar itu "keuntungan early bird" atau "cepat kaya berlipat", fase narasi itu memang udah lewat, sekarang ngejar hal itu nggak ada gunanya. Tapi kalau kamu menganggapnya sebagai bentuk konsumsi atau cara belajar transaksi on-chain, konsep "kepagian/kesorean" itu sendiri nggak berlaku, kamu lagi nyobain sebuah alat, bukan ngejar bus terakhir. Kapan pun kamu butuh, di situlah waktu yang tepat buat mulai paham.
Sumber rujukan
Kondisi pasar dan data yang disebut di artikel ini bisa kamu cek ulang sendiri lewat halaman-halaman resmi berikut:
- CoinGecko, lihat data dan tren terkini sektor NFT
- Dune, dashboard data on-chain buatan komunitas, bisa cek volume transaksi, jumlah holder, dan indikator lain
- OpenSea, lihat harga pasar riil masing-masing koleksi saat ini
- ethereum.org, penjelasan resmi soal prinsip teknologi NFT
